Assalamualaikum Wr. Wb.
Mudik lebaran 2014 telah tiba,saat nya kita pulang kampung. Mudik Kali ini saya menggunakan jasa kereta api sebagai angkutan umum anti macet,asli 100% nggak macet hehehe…
Tadi nya saya dan keluarga tidak niat mudik karena mobil sedang di sewa dan tiket kereta sudah ludes di loket stasiun maupun reservasi online.Tapi karena melihat teman saya sudah mendapat tiket kereta mudik,entah kenapa saya jadi ingin mudik naik kereta,maklum saya kan seorang Railfans hihihi…
Orang tua saya sebagai manajemen uang di keluarga ini pun telah setuju atas usul saya untuk mudik naik kereta tahun ini. Akhirnya semua tugas pemesanan dan reservasi tiket kereta di limpahkan ke saya. Urusan uang dan pembayaran gampanglah nanti pakai ATM,kata ortu saya.
Saya pun segera menyiapkan laptop dan Kartu Keluarga untuk Booking tiket. Tapi nyatanya semua tiket Habis,maklum saat itu sedang H-5 Lebaran. Saya terus mencari tiket siang dan malam,tapi hasil nya nihil. Sampai-sampai saya berfikiran untuk membatalkan niat untuk mudik,karena mustahil mendapat tiket di saat lebaran ini.
Mustahil bagi manusia,tetapi tidak mustahil bagi Allah SWT. Dalam kondisi putus asa mencari tiket,Allah menunjukkan kekuasaannya dan KUN FAA YA KUN “Bila Allah telah berkendak ,pasti segala sesuatu yang mustahil bisa terjadi”. Maka benar saja,SUBHANALLAH saya mendapat tiket KA Sawunggalih Lebaran Pulang-Pergi,di saat semua tiket habis.
Setelah melihat tulisan BOOKING saya langsung cepat-cepat mengisi data penumpang dan mendapat kode pembayaran. Saya sangat bersyukur ALHAMDULILLAH. Setelah itu saya pergi ke ATM dan melakukan pembayaran.
Secepat nya saya pergi ke Stasiun Senen untuk melakukan Cetak Tiket di CTM yang tersedia tanpa harus mengantri di loket. Cara nya hanya dengan memasukkan kode pembayaran dan tiket langsung tercetak dengan sendiri nya. Perjalanan mudik dengan KA Sawunggalih Lebaran pun dimulai.
Suasana Cetak Tiket Mandiri Stasiun Pasar Senen.
Tiket PP Sawunggalih Lebaran sudah di tangan,tertera identitas pribadi penumpang.
Kereta api hasil kloning Sawunggalih Utama ini tidak berkelas Bisnis melainkan menggunakan rangkaian Ekonomi K3AC baru buatan INKA yang saat ini hanya baru digunakan untuk rangkaian KA Majapahit,Menoreh,dan Sawunggalih Lebaran. Walau kelas Ekonomi,harga tiket Sawunggalih Lebaran yang saya pesan mendapat Tarif Batas Atas(TBA) sehingga harga nya Rp. 260.000/seat. Harga yang setara untuk kereta kelas Eksekutif satwa seperti Taksaka.
Sore nya,setelah saya Sholat Ied dan berlebaran dengan sanak saudara. Saya dan keluarga pergi ke stasiun Senen untuk melakukan Boarding,karena kereta akan berangkat jam 18:45. Jujur saja saya baru pertama kali Boarding di stasiun,karena ini peraturan pt. kai yang baru,mirip seperti naik pesawat ya? Dengan harus menunjukan KTP atau KK bagi yang berumur di bawah 17 tahun. Pintu Boarding untuk masuk ke peron stasiun hanya di buka satu jam sebelum keberangkatan kereta. PT. KAI benar-benar telah melakukan revolusi dibawah kepemimpinan pak Ignasius Jonan.
Papan Informasi Keberangkatan/Departure KA 7014 Sawunggalih Lebaran di Stasiun Pasar Senen, saat melakukan Boarding Pass.
Suasana Peron Stasiun Pasar Senen terlihat tertib,saat menunggu kedatangan KA Sawunggalih Lebaran.
KA Senja Utama Yogya dan Lokomotif CC201 milik Sawunggalih Utama terlihat sedang parkir di jalur 2 dan 1 Stasiun PSE.
Di dalam stasiun saya harus menunggu kereta yang delay agak lama,kereta baru datang pukul 19:30 yang seharusnya pukul 18:45 sudah berangkat. Saya dan keluarga mendapat seat 1A 1B 2A 2B,kondisi kereta masih sangat mulus,maklum kereta baru INKA. AC nya sangat dingin,bangku masih berbalut plastik,kaca di tempel stiket pt.kai,pintu gerbong model geser dan toilet nya sangat bersih.
Seat 1A 1B 2A 2B KA 7014 Sawunggalih lebaran jurusan PSE-KTA.
Pintu Gerbong,model geser.
Terlihat lampu dan pendingin ruangan di langit-langit KA.
Beberapa orang terlelap tidur,karena dinginnya AC.
Dua buah stop kontak di bawah meja.
Tersedia juga dua stop kontak di bawah meja,pengharum ruangan,dan papan informasi digital untuk menunjukkan lokasi stasiun saat ini. Untuk kelas Ekonomi AC saya acungkan jempol buat kereta ini,karena fasilitas nya sudah cukup mumpuni.
Perjalanan menuju Kutoarjo di tempuh selama 8 jam,dan sampai di stasiun Kutoarjo pukul 04:00 . Sambil menunggu matahari terbit untuk melanjutkan perjalanan ke Wates menggunakan Prameks,saya sholat subuh dan makan dulu di stasiun. Tak lama KA Argo Lawu,Senja Utama YK,dan Senja Utama SLO berjalan langsung di stasiun Kutoarjo yang sudah mulai terang.
KA 7014 Sawunggalih Lebaran sampai di tujuan akhir Stasiun Kutoarjo,terlihat KA parkir di jalur 4.
KA Argo Lawu berjalan langsung di Stasiun Kutoarjo.
Keramaian penumpang menunggu KRD Prameks di jalur 1.
Perjalanan di lanjutkan dengan KA Prameks menuju stasiun Wates …
3 Hari Kemudian ………………………………………………………………….
Waktu nya pulang ke Jakarta,karena waktu libur sudah mulai habis. Saya akan naik Sawunggalih Lebaran lagi dari Kutoarjo saat pulang. Alhamdulillah nya saudara saya menawarkan tebengan mobil ke Kutoarjo karena dia mau pulan ke Kebumen,biar sekalian jalan kan searah ini katanya.
Saya kembali bersyukur karena niatan saya untuk naik Prameks ke Kutoarjo tidak jadi karena tiket Prameks sudah habis atau apalah saya tidak tahu,inti nya Prameks sedang ada masalah saat itu. Untung nya saya diberi tumpangan gratis ke Kutoarjo heheheh….
Perjalanan dari Wates-Kutoarjo terkendala macet karena saat itu arus balik. Saya sampai di Kutoarjo jam 18:00 pas Maghrib. Kereta berangkat pukul 19:40 dan kembali mengalami delay,sehingga baru bisa diberangkatkan pukul 21:00 . KA Sawunggalih Lebaran harus pasrah di susul beberapa kereta seperti KA Taksaka Malam,Kutojaya Utara,Kahuripan,dan Gajahwong. Yang seharus nya berangkat setelah KA Sawunggalih Lebaran.
Karena lelah,saya tertidur sepanjang perjalanan,dan terbangun pukul 05:30 yang seharus nya kereta sudah tiba di Stasiun Pasar Senen,saat itu kereta baru sampai di Stasiun Cikampek. Dampak kereta delay benar-benar saya rasakan. Kereta baru tiba di Stasiun Senen pukul 07:00 dengan waktu tempuh perjalanan 9 jam 30 menit. Saya bisa maklumi itu karena kondisi lebaran kereta banyak yang delay.
Suasana pagi KA Sawunggalih Lebaran berangkat dari Jatinegara menuju Pasar Senen,terlihat penumpang sudah banyak yang turun.
Suasana saat melewati PJL Stasiun Pasar Senen.
Kereta tiba di Stasiun Pasar Senen.
Kedatangan KA di Stasiun Pasar Senen jalur 4,kereta tiba pukul 07:00 yang mengalami keterlambatan.
Sebenar nya saya masih penasaran sama tiket promo Eksekutif yang hanya seharga Rp 99.000 . Saya berniat tahun depan untuk mendapat tiket promo itu. Sekali-kali mau merasakan K1 Argo Hahahaha.
Sekian sharing pengalaman saya…
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar