Jumat, 22 Mei 2015

The Story About OSK/OSN Geografi 2015

                              
Assalamualaikum Wr. Wb.

Mau share sedikit pengalaman saya tentang OSN semoga bisa bermanfaat buat kawan-kawan ^^
Sebelumnya ada yang sudah tau apa itu OSN?

OSN atau Olimpiade Sains Nasional adalah ajang kompetisi paling bergengsi di Indonesia dalam bidang akademik. Dimana pemenang nya akan mendapat sebuah medali dan sebuah sertifikat “sakti” yang mampu membuat penggunanya lolos dari segala rintangan dalam memasuki Sekolah atau SNMPTN. Ibarat nya sertifikat itu kayak sebuah power lebih atau di Get Rich sebagai Angel Card atau Kartu Bertahan wkwkwk….

Pertama saya juga sedikit tertarik dengan OSN namun gagal mengikuti OSN dikelas 10 karena tidak terpilih, mungkin hanya sedikit orang ber-IQ cerdas yang boleh mengikuti OSN :v

Di kelas 11 pendaftaran OSN jauh lebih mudah dan universal, dimana semua orang boleh mengikuti kompetisi ini asal mengisi form pendaftaran dan mempunyai niat. Kebetulan guru Geografi saya membagikan form itu ke saya, dengan membaca basmalah saya mengisi form dan mengambil mapel Geografi dari 8 mapel yang disediakan (Geografi, Ekonomi, Biologi, Kimia, Fisika, Matematika, Astronomi dan Kebumian) untuk OSN.

Namun ketidakadilan dan diskriminasi jurusan kembali terjadi, teman kelas saya yang ingin mengikuti OSN Matematika tidak diperbolehkan hanya karena jurusan dia IPS. Dan yang berhak mengikuti OSN Matematika hanya dari jurusan IPA. Saya pikir apa anak IPS sebodoh itu? sampai mengikuti OSN Matematika saja tidak boleh, padahal dia anak yang pintar khusus nya di pelajaran Matematika, sungguh “Alangkah lucu nya pendidikan di negeri ini” :v

………………………………………………………………………………………………..

Tahap pertama OSN pun dimulai. Yaitu OSK atau Olimpiade Sains tingkat Kota atau Kabupaten. Saya bersama teman-teman mewakili tiap mapel bersiap untuk mengikuti OSK Jakarta Pusat melawan SMA lain di gedung PUSLATDIKJUR, SMKN 1 Jakarta Pusat.

Tak disangka, tak diduga. Dari sekolah saya, 6 orang lolos dari 5 mapel yang di ujikan. 1 dari Ekonomi, 1 dari Biologi, 1 dari Matematika, 2 dari Astronomi, dan saya dari Geografi. Selanjutnya pemenang tiap mapel akan berlomba di tempat yang berbeda menuju Tahap Kedua OSN yaitu OSP atau Olimpiade Sains tingkat Provinsi.

Alhamdulillah untuk mapel Geografi Pembinaan Tahap 1 bertempat di SMAN 14 Jakarta Timur, karena tidak terlalu jauh dari sekolah saya :v

Pembinaan Tahap 1 mapel Geografi menuju tingkat provinsi ternyata sama hal nya seperti belajar biasa dan saling sharing pengetahuan. Menurut saya sedikit membosankan karena pembinaan memakan waktu yang lama dari jam 08:00 – 13:00 dengan istirahat hanya 30 menit. Dan begitu terus selama 3 hari, kemudian di hari ke-4 baru diadakan seleksi lagi untuk Tahap 2 memasuki provinsi.

Jujur saja selama mengikuti OSN, saya sering dispen sekolah dan ketinggalan banyak pelajaran karena sibuknya jadwal pembinaan OSN. Saya juga sedikit merasa resah meninggalkan pelajaran, karena tidak semua guru mau menerima ulangan susulan atau pelajaran susulan.

Selama pembinaan kondisi saya juga kurang sehat karena kelelahan. Akhirnya ketika seleksi Tahap 2 masuk provinsi kondisi saya drop dan benar-benar tidak bisa berfikir dalam mengerjakan test. Alhasil saya tidak lolos masuk Provinsi dan harus puas menjadi peringkat 2 OSK Geografi se-Jakarta Pusat.

Tapi nggak apa-apa lah, dengan begini saya sudah merasakan pengalaman bagaimana rasanya mengikuti OSN, walau belum mendapat sertifikat sakti hehehe….

Catatan aja, buat kalian yang diajak untuk ikut atau mendaftar OSN mata pelajaran apapun jangan pernah menolak nya, ambil aja kesempatan itu. Karena kalian akan tau sendiri manfaat setelah mengikuti OSN, apalagi jika kalian telah mendapatkan kartu peserta Olimpiade dan mendapat peringkat. Kalian nggak akan nyesel telah mengikuti OSN walau otak kalian bakal pegel banget :v

Saran saya yang udah pernah ikut OSN simpan aja kartu peserta nya, karena suatu hari bakalan berguna banget buat kalian ….

Okee sekian sharing pengalaman saya, see you next post …..


Wassalamualaikum Wr. Wb.